Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
VIDEO DEWASA UPDATE HARIAN

Kenapa Aku Kesepian




Namaku Dion. Aku terbangun setiap pagi di tengah hiruk-pikuk kota yang terasa terlalu ramai, namun justru membuatku semakin kesepian. 

Ironisnya, aku punya banyak teman yang aku kenal lewat aplikasi. Kami sering bertemu, nongkrong di kafe atau karaoke bersama, berbagi tawa dan cerita ringan yang hanya sampai permukaan. Kadang juga ngewe.

Itu semua "just for fun." Tidak ada ikatan emosional, tidak ada perasaan yang benar-benar melekat. Semuanya berlangsung seperti angin yang berlalu, singkat, ringan, dan tanpa jejak.

Ada kalanya aku merasa hampa meskipun bersama mereka. Aku ingin sesuatu yang lebih. Aku ingin memiliki seseorang yang bisa aku ajak bicara dari hati ke hati, teman yang bisa menjadi tempat berbagi rasa tanpa perlu berpura-pura atau memasang topeng.

Dalam keramaian aku menepi,
di antara tawa dan canda, sunyi kian mencekam.
Jauh di dalam, aku mencari,
suara yang hilang, teman yang tak datang.



Malam itu, aku terdiam di kamarku yang sepi, hanya ditemani bayangan yang menari dalam kelam. Ponselku terus berdering, pesan dari teman-teman aplikasi yang mengajak bertemu. 

Namun, untuk pertama kalinya, aku tidak ingin menjawabnya. Aku hanya ingin menyendiri, merenung tentang rasa sepi yang terus menghantui meskipun ada banyak orang di sekelilingku.

Malam menyelimuti, dingin merayap,
langkahku terhenti, jiwa terperangkap.
Kucari hangat dalam bisikan malam,
namun sepi kian pekat, harap terasa hampa.



Aku ingin memiliki teman sejati, seseorang yang tidak hanya datang saat ada tawa dan hiburan, tetapi juga saat hening. 

Kadang, aku membayangkan berbagi kopi di pagi hari sambil membicarakan mimpi-mimpi kecil yang mungkin tak pernah terwujud, atau berbagi diam saat kata-kata tak lagi cukup. Namun, semua itu masih sebatas impian. Mungkin aku belum bertemu dengan orang yang bisa menjadi sandaran, atau mungkin juga aku belum berani membuka diri sepenuhnya.

Sambil menatap langit-langit kamarku, aku berpikir, "Mungkin aku yang salah. Mungkin aku yang terlalu takut terluka hingga enggan membuka hati sepenuhnya."

Pada hati yang tertutup, kusimpan rindu,
berbalut harapan, yang tak kunjung terwujud.
Akankah hadir seorang kawan,
yang mampu menyelami, hingga lapisan terdalam?



Keesokan harinya, aku kembali menjalani hari-hari yang sama. Bertemu teman-teman aplikasi, tertawa, tetapi hati tetap terasa kosong. 

Entah kapan aku akan bertemu dengan seseorang yang bisa merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin suatu hari, di saat yang tak terduga, aku akan bertemu dengan teman yang sejati, seseorang yang bisa membantuku keluar dari kesepian ini.

Namun, hingga saat itu tiba, aku hanya bisa berharap dan terus menunggu.

Dan pada kesepian ini aku bergelayut,
menanti hangat yang tak pernah menyentuh.
Di setiap malam yang kelam, kubisikkan doa,
semoga ada jiwa yang datang, untuk berbagi cerita.



Posting Komentar untuk "Kenapa Aku Kesepian"

Artikel Terbaru

    VIDEO DEWASA UPDATE HARIAN